
BELA NEGARA : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, membuka kegiatan pendidikan pemuda bela negara di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (3/11) malam.
KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, membuka kegiatan pendidikan pemuda bela negara di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (3/11) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter, disiplin, dan tanggung jawab generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi tangguh yang berjiwa nasionalis.
“Pendidikan bela negara bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah proses pembentukan nilai dan semangat juang untuk menjaga persatuan serta membangun Ketapang yang maju dan mandiri,” kata Alex.
Alex menjelaskan, para pemuda adalah masa depan Ketapang dan Indonesia. Dia mengajak seluruh pemuda untuk menanamkan semangat kebangsaan, meneguhkan rasa cinta tanah air, serta memperkuat tanggung jawab sebagai warga negara yang siap mengabdi untuk bangsa dan daerah.
Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan terus mendukung program kepemudaan sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri.
Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, mengatakan pemuda adalah pelaku utama pembangunan dan agen perubahan dalam setiap kemajuan bangsa. Dia mengajak generasi muda untuk berani mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Pemuda adalah pelaku utama pembangunan hari ini. Kita harus mampu menjadi agen perubahan untuk kebaikan dan kemajuan daerah,” tegas Sholeh.
Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan pemuda. Oleh karena itu, semangat bela negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, serta mengawal kebijakan publik secara konstruktif.
Sholeh menekankan perlunya edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba secara berkelanjutan, melibatkan pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan terutama orang tua sebagai benteng pertama pendidikan moral anak-anak.
Dia juga menyinggung isu korupsi dan ketimpangan pembangunan di sektor pendidikan. Dia menyebut bahwa tindakan korupsi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencerminkan kegagalan moral.
“Korupsi itu bukan hanya soal hukum, tapi soal kebiasaan dan gaya hidup. Pemerintah sebenarnya berniat baik membangun sekolah-sekolah, termasuk SMK di Ketapang, tapi pelaksanaan di lapangan harus diawasi bersama,” jelasnya.
Dia mengajak para pemuda untuk aktif berperan dalam pengawasan publik terhadap pembangunan daerah. “Pemuda bisa ikut mengawasi proyek-proyek pemerintah, tentu dengan cara yang benar dan sesuai aturan,” ujarnya.
Sholeh berharap para pemuda tidak hanya kritis dalam menyampaikan ide, tetapi juga aktif dalam mencari solusi terhadap berbagai tantangan sosial yang dihadapi daerah. (*)
